Kekurangan Jurusan Farmasi

Jika melihat dari kelebihan memang banyak yang bisa didapatkan dari
jurusan farmasi akan tetapi tentu saja kelebihan tersebut sebanding
dengan konsekuensi yang harus diterima dalam melaksanakan tugasnya.
Bahkan beberapa kebijakan farmasi justru merugikan dan dianggap sebagai
hal yang negatif bagi para lulusannya. Berikut ini beberapa kekurangan
yang sering dikeluhkan oleh lulusan farmasi.
Kuliah farmasi sama dengan kuliah kesehatan lainnya yang membutuhkan
waktu lebih lama dibandingkan dengan jurusan lainnya. Hal ini tak lepas
dari kebijakan dinas kesehatan yang ingin memoles terlebih dahulu para
akademisi kesehatan sebelum terjun langsung ke masyarakat. Apalagi
nantinya bersinggungan langsung dengan maslah kesehatan masyarakat
sehingga dibutuhkan perhitungan yang tepat.
Pekerja kesehatan layaknya polisi yang harus siap siaga kapanpun
waktunya. Tak ubahnya seperti dokter, lulusan farmasi juga slelau
dibutuhkan oleh para dokter untuk memberikan resep obat yang dibutuhkan.
Sudah banyak apotek yang mempekerjakan lulusan farmasi dengan sistem
shift yang tentunya harus siap setiap saat.
- Bersaing dengan banyak lulusan lainnya
Kehidupan masyarakat Indonesia yang tidak merata anatar kota dan desa
membuat problem tersendiri dalam memaksimalkan akademisi kesehatan
salah satunya pada farmasi. Sampai saat ini kota besar menjadi jujukan
utama para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan
jurusannya. Akan tetap semakin lama lulusan semakin banyak dan untuk
mendapatkan pekerjaan di kota harus siap bersaing dengan lulusan
lainnya.
Mungkin inilah resiko terbesar yang harus dihadapi ketika masuk dalam
dunia farmasi. Banyak tekanan yang akan dihadapi selama menjadi lulusan
farmasi mulai dari pengambilan keputusan akan obat sampai pada resep
yang harus benar kadar dan ukurannya sehingga jika ada salah sedikit
saja maka taruhan kesehatan bahkan nyawa harus ditanggungnya.
Komentar
Posting Komentar